Benarkah Tudingan Bahwasanya Ary Ginanjar Agustian Sesat?

December 30, 2017 | By Hadve | 0 Comments

Ary Ginanjar Agustian Sesat 4

Benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Bahwa pendiri ESQ 165 ini tak sesat disatakan oleh pertanyaan tersebut sebenarnya telah lama terjawab dan alim ulama di Indonesia. Lantaran ajaran ESQ milik Ary Ginanjar Agustian tidaklah kontradiksi dengan ajaran-ajaran Islam, perihal ini Malahan konsep Emotional Spiritual Quotient yang dikemas dalam Pelatihan ESQ yang fenomenal akan menambah kedekatan seseorang bukan cuma dengan Allah, namun juga mengenal diri sendiri secara fitrah.

Dalam konsep ESQ 165 juga di akrab dengan dengan ajaran tujuh Budi Utama. Ajaran juga penting sekali untuk diterapkan dalam kehidupan personal sehari-hari. Apa tersebut 7 budi utama? Kenapa 7 budi utama krusial untuk dipelajari?

Teman semua, 92% dari masyarakat Amerika menyatakan bahwa mereka percaya pada Tuhan. Ini dikenal sebagai hasil riset yang dilakukan Gallup pada tahun 2011, yang dikutip oleh Vieten et al (2013) dalam jurnal Psychology of Religion and Spirituality yang berjudul Spiritual and Religious Competencies for Psychologists .

Pargament (2007 dalam Vieten, 2013) mendefinisikan Keimanan (spiritualitas) sebagai “Perjalanan yang diambil seseorang dalam usaha untuk menemukan esensi diri mereka dan menyadari kehendak Yang Maha Kuasa (higher order aspirations).

Perjalanan keimanan ini, dilakukan secara penuh kesadaran. Laurin & Kay (2017) dalam Publikasi “The Motivational Underpinnings of Belief in God” menyatakan bahwa manusia mencari Tuhan sebab membutuhkan struktur dalam hidup mereka. Pelaksanaan Ibadah, Aturan Agama, dan unsur spiritualitas dan religiusitas lainnya, memenuhi kebutuhan manusia bakal keteraturan. Hal ini sejalan dengan temuan Prof Justin L Barrett (2015) yang menyatakan bahwa otak manusia selalu mencari pola-pola dan bekerja dengan sistem yang penuh keteraturan.

Hal inilah yang mendasari temuan Ary Ginanjar akan Spiritual Core Values yang sekarang disebut tujuh Budi Utama. Spiritual Core Values ini memberikan keteraturan yang dibutuhkan manusia dalam hidup, dan menghasilkan kesuksesan paripurna bila dipraktekkan. Dalam bidang apapun kita berkiprah. Ke tujuh Spiritual Core Values itu dikenal sebagai :
a. Jujur, merupakan wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Mukmin.
b. Tanggung Jawab, merupakan wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Wakiil.
c. Disiplin, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al Matiin.
d. Kerjasama, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al-Jami‟.
e. Adil, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al „Adl.
f. Visioner, adalah wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al Aakhir.
g. Peduli, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, As Sami‟ dan Al Bashir.

Ketujuh karakteristik inilah yang harus dijadikan values atau nilai, dimana akan memberikan makna atau nilai bagi yang melaksanakannya, disamping nilai-nilai lainnya yang berjumlah 99 sebagai sumber pengabdian.

Beriman pada Allah SWT, tak hanya berhenti di tataran lisan. Sesudah bersyahadat, seorang manusia harus mendalami sembilan puluh sembilan sifat Allah SWT ini, dan menjalankan tujuh karakteristik utama diatas, untuk memperoleh kehidupan yang terbaik di dunia dan akhirat. Itulah yang diajarkan oleh Ary Ginanjar dan menjadi semangat dalam seluruh aplikasi ESQ yang tercipta.

Kembali kepada pertanyaan dalam judul artikel ini, benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Jawabannya pasti saja tak sungguh sama. Wallahualam..

LEAVE A REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*